Minggu, 21 April 2013

RENUNGKAN HAL-HAL BERIKUT KETIKA ANDA DICELA

Sesungguhnya siapa yang mencelamu, bisa jadi dia jujur dalam apa yang dikatakannya, sehingga tujuannya adalah menasehati anda, maka sepatutnya anda menganggapnya sebagai jasa baik, tidak perlu marah, karena dia telah menunjukkan aib-aib anda kepada anda (yang harus segera anda perbaiki).

Bila tujuannya bukan menasehati, dia telah melakukan kejahatan terhadap agamanya sendiri dan memberimu manfaat dengan kata-katanya, karena dia telah menunjukkan kepada anda apa yang sebelumnya belum anda ketahui dan menyebutkan kekeliruan anda yang anda lupakan.

Bila dia berdusta atas anda dengan sesuatu yang tidak ada pada diri anda, maka sepatutnya anda memikirkan tiga perkara;

Pertama; Bila anda selamat dari aib tersebut, anda tetap tidak selamat dari yang sepertinya. Apa yang Allah tutupi dari aib-aib anda lebih banyak, maka berterima kasihlah kepada Allah yang tidak membuka aib-aib anda kepadanya, yang telah menolaknya dari anda dan mengingatkannya terhadap sesuatu yang anda terbebas darinya.

Kedua, Hal itu adalah pelebur bagi dosa-dosa anda.

Ketiga; Dia telah melakukan kejahatan terhadap agamanya sendiri, dan beresiko ditimpa murka Allah, maka sepatutnya kamu memohon ampunan kepada Allah untuknya, sebagaimana diriwayatkan bahwa seorang laki-laki memukul kepala Ibrohim bin Adham sampai terluka, namun Ibrohim mendo’akannya semoga Allah mengampuninya. Dia berkata, “Karena saya mendapatkan pahala dari perbuatannya, maka aku tidak patut membuatnya memikul dosa karenaku.”

[Dikutip dari buku “Mukhtashar Minhajul Qashidin” tahqiq Asy-Syaikh Zuhair Asy-Syawisy (terjemah), Darul Haq, hal.399-400]

Subhanallah
Semoga memberikan kelembutan hati kepada kita serta kekuatan untuk melaksanakan uraian nasihat di atas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar