Kamis, 24 Januari 2013

Kebutuhan Obat akan Meningkat

KOMPAS.com - Meningkatnya jumlah masyarakat yang akan ditanggung jaminan kesehatan nasional mulai tahun 2014 mendatang diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan akan obat. Perusahaan farmasi bersiap menaikkan kapasitas produksinya.

Demikian disampaikan Presiden Direktur PT. Novartis Indonesia Luthfi Mardiansyah dalam acara SEHATi Bicara yang diadakan Novartis di Jakarta, Rabu (23/1/13) .

"Untuk kebutuhan obat pada tahun 2014 sebenarnya tak banyak berubah dengan sekarang, namun untuk tahun 2019 yang ditargetkan cakupan peserta JKN seluruh rakyat Indonesia tentu akan terjadi lonjakan yang drastis," katanya.

Saat ini, kebutuhan obat nasional dipenuhi industri lokal sebesar 90 persen walau sekitar 90 persen bahan baku obat masih diimpor.

Luthfi menyebutkan, saat ini terdapat 300 perusahaan farmasi lokal dan 25 perusahaan multinasional. Rata-rata perusahaan tersebut sudah berpartisipasi dalam program Askes, Jamkesmas, atau Jamkesda.

"Jika nanti seluruh rakyat Indonesia sudah dilindungi asuransi tentu akan terjadi peningkatan kebutuhan obat. Jika volume naik maka akan ada perhitungan ekonomisnya sehingga harga obat membaik," paparnya.

Menurut  Kepala Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan Kementerian Kesehatan drg.Usman Sumantri, pemerintah telah menyiapkan roadmap untuk mendukung diberlakukannya SJSN tahun depan. Terkait dengan penyediaan obat yang bermutu, penetapan harga obat, serta peraturan mengenai perpajakan.

"Jangan sampai bahan baku obat atau alat-alat medis dikenai pajak tinggi seperti sekarang," kata Usman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar