Selasa, 29 Januari 2013

Cara Rasulullah SAW Berbicara

Hasan bin Ali r.a bercerita : “Aku bertanya kepada pamanku Hind bin Abi Halah.Ia adalah seorang ahli dalam meriwayatkan tentang sifat Rasululah saw.

Tanyaku : Ceritakan kepadaku cara Rasulullah saw berbicara?
pamanku menjawab : Rasulullah saw adalah seorang yang banyak mengenyam kesusahan.belia u selalu berpikir(bahkan hampir) tidak sempat beristirahat santai.
beliau lebih banyak diam(tidak berbicara),beli au tiada berbicara kecuali apabila perlu.membuka dan menutup pembicaraannya dengan menyebut nama Allah swt.

isi pembicaraanya padat dengan makna, kata-katanya jelas,tiada yang sia-sia dan tiada pula yang kurang dipahami.

beliau tiada berlaku kasar dan tiada pernah menghina.nikmat Allah swt dibesarkannya walau pun hanya sedikit.selain itu beliau tak pernah mencaci makanan dan minuman.juga tak pernah memujinya.

Tidaklah dunia menjadikannya marah dan tidak pula beliau marah karena dunia.bila kebenaran dilanggar orang,maka tidak ada sesuatu yang akan mampu menahan amarahnya sampai beliau dapat memenangkan kebenaran itu.beliau tidak akan marah kalau hanya karena dirinya dan tidak pula beliau akan membela diri beliau sendiri.

Bila beliau menunjuk (sesuatu),belia u tunjuk dengan tangan seutuhnya(bukan hanya dengan jari).bila beliau kagum beliau balikan tanganya.bila beliau bercakap-cakap, beliau hubungkan tangan dan dipukulkan telapak tanganya yang kanan keperut ibu jarinya yang kiri.Bila beliau marah,beliau akan memalingkan wajahya,sedangk an bila beliau senang dipejamkan matanya.Sebesar -besar ketawanya hanya senyum.bila beliau tertawa,kelihat an manis sekali bagai butiran salju(terlihat giginya yang putih).”

[Diriwayatkan oleh sufyan bin waki',dari Jumai bin 'Umar bin Abdurrahman al 'Ijli,ia berkata bahwa ia mendengar dari seorang laki-laki Bani Tamim yang katanya dari putra abi halah suami kadijah Ummul mukminin sebelum menjadi istri Rasulullah saw yakni aba Abdullah yang bersumber darihasan bin Ali K.W]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar