Jumat, 28 Desember 2012

MANFAATKAN YANG LIMA SEBELUM YANG LIMA

Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah SAW bersabda, “Manfaatkan LIMA perkara sebelum LIMA perkara,

[1] WAKTU MUDAMU sebelum datang WAKTU TUAMU,
[2] WAKTU SEHATMU sebelum datang WAKTU SAKITMU,
[3] MASA KAYAMU sebelum datang MASA KEFAKIRANMU,
[4] MASA LUANGMU sebelum datang MASA SIBUKMU,
[5] HIDUPMU sebelum datang KEMATIANMU.”

(HR Al-Hakim dalam kitabnya Al-Mustadrak, dikatakan oleh Adz-Dzahabiy dalam At-Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim. Hadits ini dikatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Al-Jami’ Ash-Shagir)

[1] “WAKTU MUDAMU sebelum datang WAKTU TUAMU,” maksudnya: “Lakukanlah ketaatan ketika dalam kondisi kuat untuk beramal (yaitu di WAKTU MUDA), sebelum datang MASA TUA renta.”

[2] “WAKTU SEHATMU sebelum datang WAKTU SAKITMU,” maksudnya: “Beramallah di WAKTU SEHAT, sebelum datang WAKTU yang menghalangi untuk beramal seperti di WAKTU SAKIT.”

[3] “MASA LUANGMU sebelum datang MASA SIBUKMU,” maksudnya: “Manfaatklah KESEMPATAN (WAKTU LUANGMU) di DUNIA ini sebelum datang WAKTU SIBUKMU ketika BANYAK URUSAN yang HARUS engkau TANGANI nanti.”

[4] “MASA KAYAMU sebelum datang MASA KEFAKIRANMU,” maksudnya: ”Bersedekahlah dengan kelebihan hartamu sebelum datang bencana yang dapat merusak harta tersebut, sehingga akhirnya engkau menjadi FAKIR di DUNIA maupun AKHIRAT.”

[5] “HIDUPMU sebelum datang KEMATIANMU,” maksudnya: “Lakukanlah sesuatu yang manfaat untuk KEHIDUPAN sesudah MATIMU, karena siapa pun yang MATI, maka akan terputus amalannya.”

Al-Munawi mengatakan, “LIMA hal ini (WAKTU MUDA, MASA SEHAT MASA LUANG, MASA KAYA dan WAKTU ketika HIDUP) barulah seseorang betul-betul mengetahui nilainya setelah KELIMA hal tersebut hilang.” (At-Taisir Bi Syarh Al-Jami’ Ash-Shaghir, 1/356)

Benarlah kata Al-Munawi. Seseorang baru ingat kalau dia diberi nikmat SEHAT, ketika dia merasakan SAKIT. Dia baru ingat diberi KEKAYAAN, setelah jatuh MISKIN. Dan dia baru ingat memiliki WAKTU semangat untuk beramal di MASA MUDA, setelah dia nanti berada di usia senja yang sulit beramal. Penyesalan tidak ada gunanya jika seseorang hanya melewati MASA tersebut dengan sia-sia.

(Muhammad Abduh Tuasikal—Diedit oleh DRA-NetWork) —

Tidak ada komentar:

Posting Komentar