Sabtu, 29 Desember 2012

LA TAHZAN, JANGANLAH BERSEDIH SAHABATKU

Allah سبحانا وتعاﱃ berfirman: Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya ) jika kamu orang-orang yang beriman. [Surah Ali Imran : Ayat 139]

UJIAN SEBAGAI PENGGUGUR DOSA DAN MENINGKATKAN DERAJAT

Allah berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 214 yang maksudnya:

"Apakah kamu mengira bahawa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat."

Dan ayat:

“Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang yang dusta.” (Al-Ankabut, ayat 2-3)

KEHIDUPAN ini adalah permainan dan tak lepas atas berbagai ujian dari Allah. Tujuan menguji kesabaran dan tahap keimanan seseorang. Ada kalanya kita mampu bersabar , namun adakalanya kesabaran kita menipis, dan kemudian mengeluh .

Harus diakui ada ketika kita tidak mampu mengelak daripada menghadapi tekanan dalam menjalani kehidupan. Pelbagai tekanan dihadapi menyebabkan kita hilang semangat .

Ujian yang akan dihadapi oleh manusia di dunia ini ada dalam dua bentuk, yaitu
1. Ujian kesusahan dan
2. Ujian kesenangan.

Kedua-duanya adalah bentuk ujian idari Allah. Ingatlah bahwa kehidupan di dunia yang meliputi kemewahan dengan segala pangkat kebesaran, juga merupakan ujian kesenangan. Bagi mereka yang terperdaya lantas hanyut didalamnya, juga akan mendatangkan ketidak ridhaan Allah sebagai pemilik nikmat.

Firman Allah SWT

“Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya rugilah orang yang mengotorinya.” (Asy-Syams, ayat 8-10)

Dalam menghadapi kedua-dua ujian itu, apa pun bentuk ujian yang melanda, yang terpenting adalah kita senantiasa ridha dan bersyukur kepada Allah. Tetap istiqomah dalam ketaatan.

Sebenarnya, ujian yang kita tempuhi dapat melatih kita untuk memperoleh sifat terpuji. Sabar, tawakal, baik sangka, mengakui diri sebagai hamba yang lemah, mendekatkan diri dengan Allah di samping mengharapkan pertolonganNya, dan memperoleh hikmah bahwa dunia hanya nikmat sementara

Rasulullah صلیﷲ علیﻪ و سلم bersabda

“Allah pasti akan menguji salah seorang dari kamu dengan sesuatu kesusahan, seperti halnya salah seorang dari kamu menguji emasnya dengan api. Sebagian dari mereka ada yang berhasil keluar dari cobaan Allah seperti emas murni dan sebagian yang lain ada yang keluar seperti emas yang hitam.” (Riwayat Thabrani)

Selalu merasa diri berdosa adalah juga sifat terpuji. Sehingga diri akan senantiasa merunduk , bersujud dan bertaubat kepada Nya.

Rasulullah صلیﷲ علیﻪ و سلم pernah berkata :

“Akan datang suatu zaman atas umatku, bahwa mereka sangat mencintai 5 perkara dan melupakan 5 perkara. Mereka mencintai kehidupan dan melupakan mati, mereka mencintai dunia dan melupakan akhirat, mereka mencintai harta kekayaan dan melupakan hari perhitungan, mereka mencintai rumah besar dan melupakan kubur, mereka mencintai manusia dan melupakan Tuhan Penciptanya.” (Riwayat Bukhari)

Karenanya pilihan itu terletak di tangan kita. Hendak mencari pahala & keridhaan Allah atas ujian tersebut, ataukah sebaliknya.

Bagi orang yang dikasihi Allah, kehidupan di dunia sarat dengan ujian yang didatangkan-Nya seperti kesusahan, penderitaan, kesakitan, kemiskinan, kehilangan pengaruh dan sebagainya. Namun sekiranya mampu bersabar dan ridha maka itulah ganjaran pahala untuk nya

Firman Allah SWT :
“Apakah kamu mengira bahawa kamu akan masuk syurga, pada hal belum nyata bagi Allah orang yang berjihad di antara kamu dan belum nyata orang yang bersabar.” (Ali Imran , ayat 142)

LA TAHZAN

La Takhaf Wa La Tahzan. Innallaha Ma’ana

“Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih hati. Sesungguhnya Allah ada bersama kita”

Inilah kata-kata Nabi Muhammad صلیﷲ علیﻪ و سلم kepada Saidina Abu Bakar r.a ketika mereka bersembunyi di dalam gua tsur. Kata-kata inilah yang menjadi semangat dan penenang hati bagi Abu Bakar r.a

Sahabatku yang dicintai Allah,

Janganlah bersedih & berputus asa, Innallaha ma’ana.
Allah itu ada bersama kita. InsyaAllah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar