Rabu, 28 November 2012

Proses Terjadinya Cegukan Dan Cara Mengatasinya

Cegukan adalah suatu peristiwa yang sering kita alami. Cegukan bisa terjadi pada siapa saja. Anak kecil, remaja, dewasa, lansia pun bisa mengalami cegukan. Namun berdasarkan perhitungan, kebanyakan peristiwa cegukan sering dialami oleh laki-laki (82% kasus). Tapi apakah anda tau bagaimana terjadinya cegukan? pada tulisan ini saya akan mencoba menjelaskan tentang pengertian, bagaimana terjadinya dan cara memberhentikan cegukan berdasarkan referensi yang saya dapat.
Pengertian cegukan

Cegukan (hiccups / hiccough) yang mempunyai bahasa medis singultus adalah kontraksi diafragma (otot di dasar paru-paru, yang membatasi rongga dada dengan rongga perut) karena mengalami kejang, kekejangan tersebut menyebabkan pita suara menutup dengan cepat dan terdengarlah suara. Cegukan umumnya terjadi berulang-ulang setiap menitnya. Istilah Hiccups/hiccough muncul dari batuk yang berbunyi hik.. hik..(suara saat cegukan). Sedangkan Singultus, diambil dari bahasa latin singult yang berarti Penarikan nafasnya saat menangis tersedu-sedu.

Penyebab Cegukan
Kontraksi otot diafragma ini akan menyebabkan ketika orang yang mengalami cegukan menarik napas, udara yang masuk ke dalam paru-paru akan dikeluarkan secara cepat dan tiba-tiba oleh kekuatan kontraksi otot diafragma dan membentur glotis (ruang antara pita suara) yang sedang menutup. Udara yang kembali dan membentur ruang antara pita suara inilah yang menyebabkan terjadinya suara khas cegukan.

Normalnya, saat kita menarik napas, otot-otot diafragma akan turun, dan saat itu pula katup tenggorokan membuka, sehingga udara yang menekan ke atas tidak akan berbunyi. Akan tetapi, pada orang yang mengalami cegukan, saat orang tersebut menarik napas, terjadi kontraksi pada otot diafragma dan otot-otot antara tulang iga, sehingga menyebabkan udara akan kembali naik dan pada saat bersamaan, epiglotis (katup di tenggorokan) pun tertutup, sehingga udara dari diafragma yang naik ke atas akan menekan katup ini dan menyebabkan cegukan.
Tertutupnya katup atau epiglotis ini terjadi karena adanya gangguan di lengkung refleks, yaitu pada susunan saraf pusat dan saraf tepi. Kedua saraf ini lah yang berperan mengatur jalur pernapasan dalam tubuh manusia agar berjalan lancar. Tertutupnya katup ini bukan merupakan kelainan susunan saraf pusat atau susunan saraf tepi, namun merupakan respon jika kedua susunan saraf tersebut terganggu.

Cegukan dapat terjadi satu kali, atau dapat pula terjadi beberapa kali berupa rangkaian yang tak dapat dikendalikan. Cegukan seringkali berkembang dalam situasi tertentu, seperti makan terlalu cepat, minum air dingin sesaat setelah makan makanan panas atau sebaliknya, makan makanan yang sangat panas atau pedas, tertawa atau batuk terlalu keras, minum minuman beralkohol, merokok, stres, atau karena gangguan keseimbangan cairan dalam tubuh.

Meskipun jarang terjadi, cegukan dapat disebabkan karena tekanan pada saraf frenik oleh struktur anatomi tubuh yang lain, atau karena tumor dan penyakit ginjal lainnya. Di samping itu, cegukan juga dapat terjadi karena gangguan metabolik seperti pada penderita diabetes dan hipertensi. Juga karena gangguan elektrolit termasuk pengaruh obat-obatan seperti steroid atau obat tidur.

Jenis Cegukan :

1. Cegukan yang bersifat ringan
Cegukan bersifat ringan ini berlangsung hanya beberapa saat saja. Cegukan ini terjadi akibat adanya regangan pada lambung. Selain itu perubahan cuaca mendadak (misalnya dari dingin ke panas atau sebaliknya),makan tergesa-gesa, makan makanan yang terlalu panas atau dingin, meminum minuman beralkohol atau berkarbonasi, merokok terlalu banyak, atau mengalami stress juga menjadi sebab terjadinya cegukan ini.
2. Cegukan yang bersifat menetap/permanen (persistance)
Cegukan bersifat menetap/permanen (persistance) tejadi secara terus menerus,bukan hanya berhari - hari, tapi juga bisa berbulan - bulan. Cegukan jenis ini merupakan gejala adanya gangguan di otak (misalnya gejala tumor di batang otak), gejala stroke (pada penderita stroke sering timbul cegukan), infeksi di susunan saraf pusat (otak), adanya herpes di dada sehingga mengganggu saraf tepi, selain itu juga karena gangguan metabolik seperti pada penderita diabetes, atau penderita kelainan ginjal karena uremia. Juga karena gangguan elektrolit (kurang kalium), termasuk pengaruh obat-obatan.

Cara Menghentikan Cegukan :
1.Menahan napas, karena dengan menahan napas maka kadar karbondioksida di dalam darah meningkat, sehingga kecegukan berhenti.
2.Melakukan praktek pernafasan yang tepat.
3.Minum segelas air dingin atau mengunyah roti kering atau es batu yang diserut.
4.Menelan satu sendok teh gula pasir dan minum air putih untuk mendorongnya.
5.Menarik lidah atau menggosok bola mata secara perlahan.
6.Membalik posisi tubuh dengan meletakan kepala dibawah kaki diatas
Memang cara-cara diatas tidak selalu manjur untuk setiap orang tetapi tidak ada salahnya kita berusaha untuk menghentikan proses cegukan yang dirasakan cukup mengganggu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar