Selasa, 27 November 2012

JALAN YANG LURUS

Ikutilah Jalan Yg Lurus, Yg Hujungnya Syurga, dan Jangan Mengikut Jalan Lain, Krn Setiap Jalan Lain Ada Syaitan Yg Mengajak Padanya

Ikutilah Jalan Yang Lurus, Yang Hujungnya Syurga, dan Jangan Mengikut Jalan Lain, Kerana Setiap Jalan Lain Itu Mencerai-Beraikan Kamu Dari JalanNya dan Ada Syaitan Yg Mengajak Padanya

Allah Berfirman: "dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa" (An'aam 6:153)

'Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari 'Ibnu 'Abbas tentang firmanNya, "dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya", 'Ibnu 'Abbas mengatakan, "Allah memerintahkan kepada orang2 beriman agar tetap bersatu dalam jama'ah dan melarang mereka berselisih dan bercerai berai. Allah mengabarkan bahawa kehancuran umat-umat sebelum mereka hanya disebabkan berbantah bantahan dan berselisih dlm agama Allah"(Ath-Thabari (XII/229))

Penafsiran yang semisal disampaikan oleh pula oleh Mujahid dan sejumlah ahli tafsir lainnya.(Ath-Thabari (XII?229))

Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan dari 'Abdullah bin Mas'ud, ia mengatakan, "Rasulullah saw membuat garis dengan tangannya kemudian mengatakan,'Ini adalah jalan Allah yg lurus',Lalu beliau membuat garis disebelah kanan dan dikirinya, kemudian bersabda,'Jalan2 ini,tidak ada satu jalan pun dari jalan2 tersebut melainkan diatasnya terdapat syaitan yg mengajak kejalan itu',Kemudian beliau membaca,'dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya'.Hadis ini diriwayatkan pula oleh Al-Hakim, dan ia mengatakan, "Sanad-sanadnya sahih, dan keduanya tidak meriwayatkannya" (HR Ahmad, lihat dalam al-Musnad (VII/436) no 4437)

Imam Ahmad dan 'Abd bin Humaid meriwayatkan, dan ini adalah lafaz Ahmad, dari Jabir, ia mengatakan: "Kami duduk disisi Nabi saw, lalu beliau membuat garis seperti ini dan depannya seraya mengatakan, 'Ini adalah jalan Allah'. Lalu beliau membuat 2 garis disebelah kanannya dan dua garis disebelah kirinya seraya mengatakan, 'Ini adalah jalan2 syaitan'.Kemudian beliau meletakkan tangan nya digaris yg ada ditengah,kemudian beliau membaca ayat ini, 'dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa'.Hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah dalam (perbahasan) kitab as-Sunnah dikitab Sunannya, dan al-Bazzar. (Ibnu Majah no 11,dinilai sahih dalam Shahih Ibni Majah (I/21))

Ibnu Jarir meriwayatkan bahawa seseorang bertanya kepada Ibnu Mas'ud, "Apakah jalan yg lurus (ash-shiraath) itu?" Ia menjawab, "Muhammad saw meninggalkan kita dipangkal ash-shiraath, sedangkan hujungnya ada disyurga, sementara disebelah kanannya ada banyak jalan dan disebelah kirinya pun ada banyak jalan. Kemudian didapati padanya org2 yg menyeru siapa saja yg melewati mereka. Barangsiapa mengambil jalan2 tersebut(selain ash-shiraath), maka sampailah keneraka, dan barangsiapa yang mengambil jalan yg lurus, maka sampailah ia kesyurga". Kemudian Ibnu Mas'ud membaca,'dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya'.(Ath-Thabari (XII/230))

Imam Ahmad meriwayatkan dari an-Nawwas bin Sam'an dari Rasulullah saw, beliau bersabda: "Allah membuat perumpamaan mengenai jalan yg lurus, yg kedua sisi jalan itu terdapat tembok yg memiliki pintu2 terbuka, dan didepan pintu2 itu terdapat tirai2 yg terjurai(ke bawah).Di depan jalan itu ada penyeru yg berseru, 'Wahai manusia,kemarilah,masuklah semua kejalan yg lurus dan jangan bercerai berai'.Adapula penyeru yg berseru dari atas jalan itu.Jika ada seseorang yg hendak membuka salah satu dari pintu2 itu,maka penyeru itu mengatakan,'Celaka kamu, jangan membukanya,jika kamu membukanya,maka kamu memasukinya (jatuh ke dalam larangan Allah)'. Jalan itu adalah islam,dua tembok itu adalah ketentuan2 (batasan2) Allah, dan pintu2 yg terbuka itu adalah hal2 yg diharamkan Allah.Sementara penyeru yg ada didepan jalan adalah Kitabullah, dan penyeru dari atas jalan itu adalah penasihat dari Allah yg ada dlm stp hati muslim" (HR Ahmad, dinilai sahih dalam Shahih Jaami' (no 3887))

Hadis ini diriwayatkan oleh Tirmidzi dan an-Nasa'i, At-Tirmidzi menilainya dengan hadis hasan gharib)

Selanjutnya firman Allah swt, "maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain)".Allah menyebutkan jalan Nya dalam bentuk tunggal (sabiil) kerana kebenaran itu hanya satu. Kerana itu Dia menyebutkan jalan2 lain dalam bentuk jama' (subul) kerana bercerai berai dan bercabang2, sebagaimana firmannya: "Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya" (Al-Baqarah 2:257)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar