Loading...

Rabu, 16 Januari 2013

Pengaruh Amal Sholeh Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak

Di antara pengaruh amal sholih kedua orang tua dalam pendidikan anak adalah anak akan meneladani orang tuanya.

Seorang anak yang melihat ayahnya senantiasa berdzikir, bertahlil, bertahmid, bertasbih dan bertakbir, ia akan menirukan perkataanya “Laa ilaaha illallah” , “Subhanallah” dan “Allahu akbar”.

Begitu pula anak yang diperintahkan oleh ayahnya di malam hari untuk membagikan shodaqoh kepada orang-orang fakir secara rahasia di rumah-rumah mereka akan berbeda dengan anak yang diperintahkan oleh ayahnya di malam hari untuk membeli narkotik dan rokok.

Seorang anak yang melihat ayahnya berpuasa Senin dan Kamis, menunaikan sholat Jum’at, sholat jama’ah dan pergi ke masjid tidak sama dengan anak yang melihat ayahnya di tempat-tempat pertunjukan, hiburan dan bioskop.

Anda akan melihat anak yang banyak mendengar adzan, ia akan menirukannya secara berulang-ulang. Sedangkan seorang anak yang mendengar ayahnya bernyanyi, ia akan menirukan nyanyian-nyanyian secara terus-menerus.

Hendaknya seseorang senantiasa berbuat baik kepada kedua orang tuanya dengan mendo’akan keduanya, memohonkan ampun untuk keduanya, berupaya mengetahui keadaan keduanya, merasa tenang dengan keduanya, memenuhi kebutuhan keduanya, banyak mengucapkan “Robbighfirlii wa liwaalidayya” , senantiasa mengucapkan “Robbirham humaa kamaa robbayaanii shoghiiroo“, berziarah ke kuburan keduanya setelah meninggal dunia, banyak bershodaqoh untuk keduanya, menyambung hubungan dengan orang yang memiliki hubungan dengan keduanya dan memberi orang yang dulu diberi oleh keduanya. Apabila si anak melihat akhlak ini pada kedua orangtuanya, maka ia dengan idzin Allah akan mengambil / meniru akhlak tersebut. Ia akan memohonkan ampun untuk kedua orang tuanya setelah kedua orangtuanya meninggal dunia. Dan ia akan memperlakukan kedua orangnya sebagaimana yang ia melihat keduanya memperlakukan kedua orangtuanya.

Anak yang diajari oleh ayahnya sholat tidak seperti anak yang dilatih oleh ayahnya main film, musik dan bola.

Anak yang melihat ayahnya melakukan sholat malam, menangis karena takut kepada Alloh dan membaca al-Qur’an, pastilah akan berfikir: Kenapa ayahku menangis? Kenapa ayahku sholat? Kenapa dia meninggalkan tidur menuju air yang dingin dan berwudhu, padahal tempat tidur itu hangat? Kenapa menjauhkan dirinya dari tempat tidur dan berdoa kepada Robbnya dengan takut dan harap?

Semua pertanyaan-pertanyaan ini akan terbetik pada benak anak dan akan dipikirkannya serta akan ditirunya dengan idzin Allah.

Begitu juga seorang anak perempuan yang melihat ibunya senantiasa mengenakan hijab supaya tidak terlihat oleh kaum laki-laki, di mana ibunya terselimuti rasa malu, terhiasi dengan sifat waqar (tenang dan wibawa) dan nampak padanya iffah dan kesucian, ia akan belajar dari ibunya sifat malu, waqor, iffah dan kesucian. Adapun anak perempuan yang biasa melihat ibunya menampakkan aurat di hadapan kaum laki-laki, berjabat tangan denga kaum laki-laki yang bukan mahromnya, berbicara dengan mereka, bercampur dengan mereka dan duduk-duduk dengan mereka, tertawa dan tersenyum kepada mereka bahkan menari dalam tarian-tarian, ia akan belajar dari ibunya juga.

Maka bertakwalah kepada Allah wahai ayah dan ibu pada anak laki-laki dan anak perempuannmu! Jadilah teladan yang baik bagi mereka dengan akhlak, tabiat dan sifat yang baik. Dan landasilah semuanya, dengan berpegang teguh pada agama serta kecintaan kepada Allah dan Rasulullah.
Semoga bermanfaat untuk para orangtua

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar